Wisata Bahari Pulau Semiun Yang Mempesona.

Pulau Laut adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia. Kecamatan ini merupakan kecamatan yang terluar di daerah Kabupaten Natuna yang berdiri pada 15 Juni 2004, yang diresmikan oleh Bupati Natuna Drs. H.A.Hamid Rizal. Kecamatan Pulau Laut terletak di antara 4º30’30” – 4º48’02” Lintang Utara dan 107º43’06” – 108º01’46” Bujur Timur.

Letaknya yang berdekatan dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Singapura, dan Vietnam menyebabkan pulau-pulau di laut ini menjadi salah satu dari pulau-pulau terluar di Indonesia.

Luas wilayah Kecamatan Pulau Laut sekitar 37,58 km², dengan rincian:

  • Desa Air Payang: ±18,10 km²
  • Desa Tanjung Pala: ±11,67 km²
  • Desa Kadur: 7.81 km²
Pulau Semiun tampak dari laut

Di Kecamatan Pulau Laut terdapat beberapa pulau kecil yang memiliki potensi wisata bahari, salah satunya Pulau Semiun. Jarak antara Pulau Semiun dengan Ibu Kota Kecamatan Pulau Laut sekitar 27,7 km atau 17,2 mil. Sehingga untuk sampai di Pulau tersebut memerlukan waktu sekitar 2.5 jam penyeberangan dengan transportasi laut jenis pompong dari Desa Air Payang.

Pantai Pulau Semiun yang landai

Keunggulan dari Pulau Semiun ini adalah memiliki air laut yang bersih, pantai yang landai dan bersih serta gugusan bebatuan granit yang menyelimuti bukit Pulau Semiun. Dengan air luat yang biru dan jernih sehingga menawarkan kepada setiap pengunjung untuk berenang. Dengan pasir pantai yang putih bersih menambah keindahan wisata bahari di Pulau Semiun.

Batu granit dibibir pantai Pulau Semiun.

Menariknya, pulau ini tidak hanya menawarkan keindahan laut dan pantainya, tetapi memiliki gugusan batu granit dan bukit. Batu granit tersebut tersebar dari pinggir pantai hingga ke puncak bukit. Hamparan batu granit terlihat jelas jika disaksikan dari laut.

Pulau Semiun tampak dari udara

Selanjutnya, bagi yang suka dengan pendakian, terdapat bukit yang lumayan terjal, memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk sampai dipuncak bukit tersebut. Rasa lelah dan dahaga akan terobati ketika melihat panorama indah Pulau Semiun dari ketinggian. Lautan biru yang luas sera bentangan pantai yang bersih menambah spektakulernya pulau ini.

Tidak jarang pemuda asli Pulau Laut bertamasya dan berkemah disini. Salah satu komunitasnya yaitu Community Jelajah Bebas. Mereka melakukan beberapa kegiatan, misalnya aksi kebersihan, pemasangan spot foto dan pesan-pesan positif yang ditulis di papan.

Pak Siral yang sedang menjemput penumpang dari pompong menuju bibir pantai Pulau Semiun.

 

Sampan tua yang digunakan untuk menjemput penumpang.

 

Namun ada beberapa kendala ketika kita mengunjungi Pulau Semiun. Diantaranya belum tersedia dermaga, sehingga setiap pompong harus lego jangkar di tengah laut, lalu penumpang dijemput dengan sampan yang sudah sangat tua. Selain itu belum tersedia juga MCK dan sumber air bersih.

Batu Junjung yang menyerupai kubah Mesjid.

Meskipun demikian di pulau ini terdapat petugas lampu Navigasi dan penduduk yang bernama Pak Siral dan keponakannya Pitut. Mereka bekerja sebagai nelayan tradisional. Untuk kebutuhan sembako dibawa dari Kecamatan Pulau Laut dan dari Desa Seluan. Karena jarak antara Desa Seluan dengan Pulau Semiun hampir jarak antara Desa Air Payang dan Pulau Semiun. Sehingga nelayan dari Desa Selua juga sering mengunjungi Pulau Semiun. (Narasi/Foto: DT)