[huge_it_slider id='1'] "WEBSITE RESMI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NATUNA"

Sosialisasi Rumah Peradaban Natuna

 

Ranai- Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Ka Pusarnas Kemendikbud RI) Drs. I Made Geria, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Natuna perlu melakukan penguatan kebudayaan ​untuk mendukung potensi strategi maritim nasional. Hal itu disampaikannya pada acara sosialisasi rumah peradaban Natuna, yang digelar di Hotel Natuna. (Jumat, 28/9)

Mantan Kepala Balai Arkeologi Denpasar itu menjelaskan bahwa selain penguatan sektor pertahanan dan ekonomi, Natuna perlu mendukung penguatan di sektor kebudayaan sebagai indentitas Natuna dalam pengembangan kemaritiman nasional.

100 peserta yang terdiri dari kepsek dan guru, mendengarkan sambutan sekaligus pembukaan acara sosialisasi rumah peradaban oleh Kadisparbud Natuna H.Erson Gempa Afriandi, S.Sos,MA

Potensi kemaritiman di Natuna sangat bagus untuk mendukung pemerintah pusat memperkuat strategi maritim nasional, karena Natuna merupakan daerah 3T yang sangat potensial.”kebijakan tersebut tampa membicara kan Natuna itu mustahil”, ujar I Made.

Menurut I Made, Natuna merupakan kawasan trategis nasional, yang memiliki 272 pulau, koridor penghubung jaringan maritim antar negara, jalur pelayaran dan perdagangan masa lampau.

Jadi menurutnya Natuna sebagai pulau penghubung lintas perdagangan dunia masa lalu, yang dibuktikan dari penemuan benda cagar budaya yang jumlahnya begitu banyak. Padahal luas daratan Natuna hanya sekitar 1 persen, selebihnya 99 persen Natuna dikelilingi laut.

“Nilai-nilai benda tersebut bisa dikaji dan menjadi dasar informasi untuk mengetahui sejarah masa lalu Natuna, dan sejarah berdasarkan penelitian tim Pusparnas, Natuna sangat luar biasa” sampainya I made  dalam kegiatan yang diikuti 100 peserta dari kalangan tenaga pedidik.

Kegiatan sosialisasi rumah peradaban merupakan laporan hasil penelitian Tim Pusarnas Kemendikbud RI yang diketuai oleh Prof, Naniek Harkantiningsih. Penelitian dilakukan sejak tahun 2012 sampai 2017. Kegiatan yang diikutikepalasekolahdan guru itu didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga. (Hang)