Selamat Hari Pariwisata Sedunia

Kehadiran Pandemi Covid-19 memukul magnet pariwisata Natuna. Cita-cita besar untuk mendatangkan wisatawan melalui 26 event pariwisata Natuna tahun 2020, melalui Rally Yacht to Natuna, Explore Natuna, Festival Pulau Senua dan sejumlah atraksi lainnya sirna bersamaan dengan melajunya perkembangan Covid-19 secara nasional beberapa waktu lalu.

Ditengah pandemi, semangat Hari Pariwisata Sedunia dengan mengusung Tema Tourism and Rural Development, semoga pariwisata Indonesia bangkit ditengah lesunya sektor pariwisata karena sepinya pengunjung di objek wisata, khususnya di Kabupaten Natuna.

Namun kita tidak boleh menyerah begitu saja dengan kondisi saat ini, melalui adaptasi kebiasaan baru dunia pariwisata harus tetap merangkak untuk tetap maju melalui promosi-promosi dimedia sosial bersama penggiat dan pelaku usaha wisata Natuna.

Dengan protokol kesehatan pariwisata diperkenankan melaju dan mengembangkan sayap untuk memberikan kepuasaan kepada wisatawan. Langkah itu terlihat dengan tetap menggeliatnya sektor pariwisata di Natuna, hal ini dibuktikan dengan dibukanya Natuna Dive Resort yang siap memanjakan wisatawan.

Sementara itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kini tengah menyiapkan pemandu wisata yang berkompeten melalui pelatihan-pelatihan sumber daya manusia sektor pariwisata, seperti Pelatihan Pemandu Wisata Balawista (Life Guard), Pemandu Wisata Selam, Pengelola Destinasi dan Pengelola Homestay. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan komptensi pemandu wisata di Natuna dan pengelola destinasi dalam mengembangkan objek dan daya tarik wisata.

Geopark Natuna menjadi daya tarik sendiri untuk membidik wisatawan. Melalui konsep konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi berkelanjutan merupakan celah baru sebagai daya tarik bagi wisatawan, sejak ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada tanggal 29 November 2018 lalu jumlah kunjungan meningkat, pada tahun 2019 jumlah kunjungan berjumlah 30.666 orang. merupakan angka fantastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan keragaman geologi, keragaman hayati dan keragaman budaya membuat Kabupaten Natuna menjadi satu-satunya kabupaten/ kota yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional di Provinsi Kepulauan Riau.

Disisi lain yang menjadi andalan untuk mendatangkan wisatawan adalah suguhan alam berupa pantai dan terumbu karang yang sangat indah serta adanya 24 spot Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) merupakan Benda Cagar Budaya yang menjadi daerah kunjungan minat khusus.

Untuk meningkatkan objek dan daya tarik wisata dilakukan kerjasama dengan pemilik lahan untuk dikelola secara komprehensif menuju sebuah objek wisata unggulan dengan suguhan fasilitas yang berstandar guna memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Hal ini dibuktikan adanya kerjsama dengan pemilik lahan di Objek Wisata Batu Kasah yang akan di bangun melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) SKK Migas.

Desa-desa yang berpotensi untuk dikembangkan dan dijadikan destinasi baru melalui pengembangan desa wisata. Untuk saat ini 14 desa sudah ditetapkan menjadi Desa Wisata melalui Keputusan Bupati Natuna Nomor : 203 Tahun 2020, tanggal 3 April 2020.

Untuk mendorong penguatan ekonomi disektor pariwisata dilakukang pembinaan kepada Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang merupakan ujung tombak pelaku wisata di desa untuk lebih semangat untuk menggali potensi wisata di desa masing-masing, tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Hari Pariwisata Sedunia yang lebih kepada alam, pedesaan, pariwisata dan masyarakat lokal yang dihubungkan dengan program protokol kesehatan  CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainbility) sebagaimana dikutif dari penyataan Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenparkraf/ Baperkraf Kreatif Nia Niscaya dari https://travel.okezone.com.

Semoga dengan semangat Hari Pariwisata Sedunia, Pariwisata Kabupaten Natuna tetap bangkit (KD).

(Bidang Pemasaran Pariwisata Natuna)

Close Menu