Pokdarwis Natuna Ikuti Pelatihan Tata Kelola, Bisnis dan Pemasaran Pariwisata.
Narasumber Kegiatan Tata Kelola, Bisnis dan Pemasaran Pariwisata, Emilia Ayu Dewi Karuniawati,S.Pd, M.Par.

Ranai – Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Natuna melaksanakan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis dan Pemasaran Destinasi Pariwisata di Hotel Tren Central, Kamis (9/9/2021). Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a. Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hardinansyah membuka acara sekaligus memasang tanda peserta kepada perwakilan yang sudah ditunjuk.

Kadisparbud Natuna, Hardinansyah, SE. M.Si menyampaikan sambutan.

Dalam sambutan Kadisparbud Natuna beliau menjelaskan letak Kabupaten Natuna sebagai bagian terluar dibagian Utara Indonesia.
“Kabupaten Natuna merupakan Kabupaten terluar di Indonesia yang secara geografis terletak dibagian Utara Indonesia. Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Natuna memiliki 157 Pulau, 27 Pulau berpenghuni dan 127 Pulau tidak berpenghuni. Sebagian besar wilayah Natuna adalah lautan atau perairan. Natuna memiliki laut dengan total 264.198,37 Km2 (99,25%)”,  tuturnya.

Pemasangan tanda peserta oleh Kadisparbud Natuna, Hardinansyah, SE, M.Si.

Dalam sambutannya Kadisparbud Natuna juga menyampaikan pariwisata Natuna harus didukung oleh beberapa faktor, misalnya fasilitas pendukung, pengusaha dan kegiatan pemerintah.
“Untuk memajukan pariwisata harus didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah. Hal ini dimaksudkan bahwa pariwisata adalah keseluruhan kegiatan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk mengatur, mengurus dan melayani kebutuhan para wisatawan”, ucapnya kepada para peserta.

Foto bersama peserta pelatihan.

Destinasi wisata merupakan interaksi antar berbagai berbagai elemen. Ada komponen yang harus dikelola dengan baik oleh suatu destinasi wisata adalah wisatawan, wilayah, dan informasi mengenai wilayah. Atraksi juga merupakan komponen vital yang dapat menarik minat wisatawan begitu juga dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung.

Sarana wisata merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanan wisatanya.
“Bisnis pembangunan sarana wisata di daerah tujuan wisata maupun objek wisata tertentu harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan baik secara kuantitatif maupun kualitatif, yang terpenting adalah terkelola dengan baik melaui pemasaran yang baik pula”, ucap Kadisparbud Natuna.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Natuna, Kardiman, SE menyampaikan laporan kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Natuna, Kardiman selaku ketua panitia juga menambahkan maksud dan tujuan dari kegiatan ini.
“Adapun maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan bagi Pokdarwis dalam pengelolaan destinasi sebagai objek dan daya tarik wisata melalui penerapan nilai etika, estetika dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan serta pengelolaan bisnis dan memasarkan destinasi wisata. Kemudian tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu menyiapkan destinasi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan, menjadikan destinasi yang ada di Natuna sebagai daerah tujuan wisata, dan membantu promosi wisata Natuna yang akhirnya akan meningkatkan kunjungan wisata”, ucapnya.

Salah satu pelatihan memaparkan kondisi masing-masing destinasi yang dikelola berdasarkan SWOT.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Direktur Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) Lagoi, Emilia Ayu Dewi Karuniawati dan Ketua ASPABRI Kepri, Surya Wijaya. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari. Dua hari penyampaian materi di Hotel Trend Central dan hari ke-tiga dilanjutkan praktek lapangan di Destinasi Wisata Batu Kasah. Peserta berjumlah 40 orang antaralain Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pelaku Usaha Pariwisata dan Komunitas.

(Narasi: DR – Foto: DISPARBUD NATUNA/DT)