Pertama Se-Kepri 18 EBT dan PT Natuna memperoleh Sertifikat KIK

Ranai- Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Kepulauan Riau (Kanwil Kemenkumham Kepri) memberikan sertifikat 18 Ekpresi Budaya Tradisional (EBT) dan Pengetahuan Tradisional (PT) Kabupaten Natuna sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri Husni Thamrin secara simbolis menyerahkan sertifikat tersebut kepada Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Hardinansyah di Aula Natuna Hotel, Kamis (08/04).

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri dalam sambutannya mengatakan bahwa 7 Kabupaten dan Kota Se-Kepri telah mengusulkan dan mendaftarkan KIKnya ke Kemenkumham, “dari Kabupaten dan Kota Se-Kepri yang mengusulkan Natuna yang pertama diberikan sertifikat KIK ini. Karena Kabupaten dan kota lain masih perlu melengkapi persyaratan untuk mendapatkan sertifikat KIK ini” kata Husni di acara Sosialisasi kekayaan intelektual.

Husni menambahkan bahwa 18 sertifikat KIK bersumber dari Kebudayaan Daerah Natuna yang diusulkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna ke Kemenkumham melalui Kanwil Kemenkumham Kepri, “18 itu terdiri dari Ekpresi Budaya Tradisional (EBT) dan Pengetahuan Tradisional (PT)” tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Natuna pada sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kemenkumham Kepri telah memfasilitasi Kabupaten Natuna mendaftarkan budaya daerah untuk mendapatkan sertifkat KIK, “kami mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kemenkumham Kepri atas sertifikasi KIK Kabupaten Natuna” ujar Nngesti yang sekaligus membuka acara yang bertema peranan sentra Kekayaan intelektual (KI) Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pendaftaran KI yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat KIK Kabupaten Natuna.

18 KIK Kabupaten Natuna yang tersertifikat terdiri atas 4 Ekpresi Budaya Tradisional (EBT) dan 14 Pengetahuan Tradisional (PT).
EBT tersertifikat itu diantaranya Maen Taek, Geseng Beghembuong, Meghiam Karbit alias Meghiam Buloh, Alu Bunguran. Sedangkan pengetahuan tradisional diantaranya Paghak alias tembat nyalai nyok, Bujuok, Bepusong, Tuyol alias Bundel atau Kampel, Kernas alias Kasam, Penai, Jik Keghitak, Palok alias Malok, Gulei Umbut, Pedek, Tabel Mando alias Tipeng Mando, Latoh Silong alias Shasimi natuna, Seghuet, Cabut bijik angin/Ambik pulong. (wwn)