Penutupan Muhibbah Ramadan 1442 H di Desa Sabang Mawang

Muhibbah Ramadan 1442 H/2021 M sudah sampai pada ujung perhelatannya. Kegiatan yang berpusat di dua kecamatan, yaitu Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat ditutup pada 20 Ramadan atau 2 Mei 2021 setelah berlangsung sejak 5 Ramadan lalu. Penutupan Muhibbah tahun ini diadakan di Masjid al-Bayan Balai, Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga.

Kami, rombongan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bertolak dari pelabuhan Selat Lampa pukul 16.40 WIB menggunakan speed boat berukuran kecil. Cuaca dan gelombang mendukung penyeberangan menuju pelabuhan Balai yang memakan waktu sepuluh menit. penyeberangan itu tiada henti-hentinya menyuguhkan pemandangan sekitar, seperti kapal minyak yang berlabuh di tengah laut, nelayan yang sedang mengail, gugusan pulau-pulau yang mengelilingi pandangan, dan suara kencang speed boat yang memancitkan atau memercikkan air  ke dalam speed boat yang terbuka itu.

Sesaat bersandar di pelabuhan Balai, kami langsung disambut dengan musik marawis yang dimainkan oleh anak-anak perwakilan dari Mts al-Hidayah Desa Sabang Mawang. Mereka berdiri di sebelah kiri dan kanan pelabuhan dihiasi baju berwarna hijau tua. Tidak lupa, mereka juga menggunakan masker sebagai protokol kesehatan. Selain itu kami juga disambut beberapa pejabat daerah Desa Sabang Mawang.

Kami menunggu di pelabuhan, menyaksikan penyambutan kafilah-kafilah yang bergantian bersandar.  Pewara dari pinggir pelabuhan mengucapkan selamat datang sekaligus mengarahkan kafilah menuju ke rumah masyarakat dibantu oleh panitia yang sudah ditunjuk. Kafilah yang pertama kali hadir disambut dengan pengalungan bunga. Musik dengan nuansa Islam yang dibawa kelompok marawis bersautan dengan kelompok hadrah yang diisi oleh pemuda Desa Sabang Mawang, mereka duduk tak jauh dari pintu gerbang pelabuhan. Kelompok yang memakai baju biru laut lengkap dengan songketnya sekalian ini, diakui Zulkarnain baru diaktifkan kembali sejak dua bulan yang lalu. Lelaki yang juga mantan penari dan pemain gendang hadrah itu mengatakan bahwa kelompok hadrah dulu pernah aktif untuk mengisi kegiatan-kegiatan seperti gawai dan acara di kampung Balai lainnya.

Seperti yang sebelum-sebelumnya, kafilah datang menggunakan alat trasnportasi milik masyarakat di desanya masing-masing. Lengkap dengan bendera kafilah. Setiap kafilah mengirimkan lima perwakilan. Terdiri dari satu kepala rombongan, dua laki-laki, dan dua perempuan. Pemandangan yang menarik datang dari kafilah as-Salam Selading. Mereka datang menggunakan tipak, alat transportasi angkutan barang kargo seperti pasir, batu, dan material lainnya. Bagian haluan kapal tidak berbentuk seperti pompong yang ada di pulau tersebut pada umumnya. Bentuknya tidak segitiga, melainkan garis lurus dari lambung kanan ke kiri. Saat ini, keberadaan tipak bisa dihitung dengan jari.

Menjelang Magrib, seluruh kafilah dan tamu undangan sudah berada di rumah singgah milik masyarakat yang sudah ditentukan. Sesampainya waktu berbuka, terdengar dari Masjid al-Bayan suara sirine. Lempa dan air kelapa menjadi pilihan berbuka. Tak lama setelah itu, kami bergegas menuju Masjid al-Bayan yang berada di tengah rumah-rumah penduduk di atas laut yang padat.

Sekembalinya dari masjid, kami langsung disuguhi makanan berat seperti ikan kerisi salai (asap) sayur ampai, dan lain-lain. Semua tamu terlihat menikmati lauk-pauk yang tersaji di depan mereka. Setelahnya, kelakar antara satu dengan yang lainnya berlangsung hangat dan terlihat akrab. Keakraban itu sedikit terganggu karena listrik beberapa kali mengalami padam. Tapi akhirnya salat Isya sampai seterusnya lampu kembali normal.

Acara dimulai beberapa saat setelah istirahat menunaikan salat tarawih 20 rakaat. Kata sambutan diisi oleh kepala Desa Sabang Mawang, perwakilan Kafilah, Camat Pulau Tiga, dan wakil bupati terpilih, dalam sambutannya Rodial Huda berpesan Agar dalam setiap pembangunan fasilitas umum seperti masjid hendaknya masayarkat dapat menggunakan pengetahuan dan kearifan lokal dari tradisi yang ada dalam masyarakat natuna yang beriklim tropis agar fasilitas umum seperti masjid dapat nyaman digunakan disegala kondisi, selepas sambutan tersebut acara  diisi ceramah agama dan selanjutnya kegiatan tadarus yang diikuti tiga belas kafilah.

Sebelum pulang kami dan beberapa tamu Kepala Desa lainnya serta beberapa awak media lebih dulu kembali ke rumah Bapak Mansur Kepala Desa Sabang Mawang untuk menikmati hidangan sahur. Sebelum beranjak dari rumah singgah, Kepala Bidang Kebudayaan, Hadisun yang turut hadir menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat tetap dilestarikan di Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat. Diwaktu terpisah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Hardinansyah berharap agar kegiatan ini dapat dikemas lebih baik dan menjadi kalender Event Pariwisata Budaya dan Religi.

Pukul dua belas malam, speed boat yang baru saja bersandar sehabis mengantar rombongan lain, langsung kami tempati. Sebelumnya hujan sempat turun, namun hanya sebentar. Sesampainya di pelabuhan Selat Lampa, kami langsung bergegas untuk berkendara kembali ke Kota Ranai dan berharap bertemu kembali dalam tradisi Muhibbah Ramadhan tahun-tahun mendatang.