Pengembangan Wisata Yacht Provinsi Kepri

Pesatnya perkembangan industri pariwisata dunia mengharuskan pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi dan membuat action progress yang cepat dan tepat. Melalui Slogan Pariwisata Wonderful Indonesia diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Indonesia tahun depan dan seterusnya.

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang beraja di beranda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yang menjadi mitra dan sekaligus pesaing terdekat dalam hal mendatangkan turis mancanegara, sepatutnyalah berbenah diri sesegera mungkin agar dapat menyamai, jika tak ingin “ketinggalan kereta” dalam pengembangan pariwisata.

Salah satu upaya akselerasi pengembangan pariwisata tersebut adalah dengan mencoba memperluas segmen wisatawan yang masuk. Jika selama ini hanya terpaku pada wisatawan yang datang melalui travel agent dengan menggunakan pesawat udara dari negara asal, atau melalui ferry dari negara terdekat Singapura dan Malaysia, kini salah satu segmen pasar wisatawan mancanegara yang mulai dilirik adalah wisatawan Yacht yang mulai marak beberapa tahun terakhir ini.

Berbagai kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Kepri diantaranya adalah masih “ribet” nya birokrasi yang mengurusi kedatangan wisatawan, karena banyak sekali lembaga yang terlibat disana seperti: imigrasi, beacukai, karantina, syahbandar, Lanal, travel agent, moda angkutan udara, laut dan darat, kepolisian, pemerintah setempat dan lain-lain pihak yang merasa terlibat dalam prosedur kedatangan wisatawan tersebut. Tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang kurang efektif dalam pelayanan pariwisata yang selayaknya menyodorkan “hospitality” menjadi berbelit-belit, memekan waktu yang lama, dan biaya yang mahal.

Untuk itu diperlukan langkah percepatan pelayanan dengan beberapa cara diantaranya adalah: Pemberian kemudahan dari CIQP (Customs, Imigration, Quarantine, Port) yaitu prosedur kepabeanan, imigrasi,karantina dan lain-lain pihak yamg terlibat, Melalui satu pintu pelayanan, dilakukan secara elektronik dan cepat, membuat alur pelayaran, menetapkan pelabuhan baru potensial seperti anambas dan Natuna sebagai tempat Entry dan Exit Point yang mempermudah prosedur keimigrasian pelayar Yacht tersebut untuk keluar masuk wilayah Kepulauan Riau yang memiliki destinasi bagus yang tersebar dari sisi timur Sumatera ke sisi barat Kalimantan.

Dengan realisasi upaya percepatan dan perbaikan prosedur kedatangan wisatawan menggunakan alur laut tersebut ekspektasinya adalah Destinasi yang Indah seperti Natuna mendapat kunjungan wisatawan Yacht lebih banyak lagi ditahun-tahun mendatang. (Kabid Pemasaran, Marhafiz Luthfi, M.Sc) ***