New Normal Action Plan

Peradaban baru di dunia pariwisata mengharuskan pengelola objek wisata menyediakan pelayanan sesuai standar protokol kesehatan untuk para wisatawan. Persiapan menghadapi kondisi New Normal, salah satunya adalah adanya fasilitas cuci tangan di objek wisata. Langkah ini selanjunya harus diikuti oleh para pengelola akomodasi dan restoran untuk memberikan fasilitas yang lebih higienis dalam memberikan pelayanan kepada para wisatawan.

Pengelola angkutan umum baik di bandara maupun di pelabuhan agar menyediakan hand sanitizer kepada tamu dan kendaraan angkutan umum tersebut harus disemprot disinfektan secara berkala.Sarana transportasi wisata seperti perahu, sampan atau pompong yang akan digunakan wisatawan semuanya harus memenuhi standar protokol kesehatan.

Disamping itu adalah peran masyarakat sekitar yang mendukung pola hidup bersih ,dan sehat, sehingga wisatawan akan lebih mudah apabila akan berintraksi dengan masyarakat lokal.

Sebagaimana dikutif dari Kompas.com, tanggal 27 Mei 2020, dengan artikel berjudul Indonesia Menuju New Normal Corona, Ini Protokol Kesehatan Covid-19 yang harus dilakukan, yaitu :

  1. Cuci tangan

Panduan membersihkan tangan sesering mungkin, menjadi imbauan yang terus dikampanyekan. Jaga kebersihan tangan dengan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, jika permukaan tangan tidak terlihat kotor. Gunakan sabun dan air mengalir, jika tangan terlihat kotor. Ikuti tahapan mencuci tangan yang baik, meliputi punggung tangan, bagian dalam, sela-sela jari dan ujung jari.

  1. Hindari menyentuh wajah

Menghindari menyentuh area wajah, khususnya mata, hidung dan mulut, dalam kondisi tangan yang belum bersih. Tangan dapat membawa virus yang dapat diperoleh saat kita beraktivitas. Jika tangan kotor dan digunakan menyentuh wajah, maka virus dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

  1. Menerapkan etika batuk dan bersin

Saat batuk atau bersin, tubuh akan mengeluarkan virus dari dalam tubuh. Maka virus dapat mengenai orang lain, sehingga orang tersebut dapat terinfeksi virus yang berasal dari tubuh kita. Terlepas seseorang memiliki virus corona atau tidak, etika batuk dan bersin harus dilakukan. Yakni, dengan cara menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam. Selain dengan lengan, bisa menggunakan kain tisu untuk menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk, selepasnya dibuang langsung ke tempat sampah.

  1. Gunakan masker

Saat anda memiliki gejala sakit atau gangguan pernapasan, gunakan masker medis saat keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain.

  1. Jaga jarak sosial

Agar terhindar dari paparan virus, seperti SARS-CoV-2 yang mewabah seperti saat ini, maka perlunya selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter. Physical distancing atau jaga jarak ini dihimbau agar masyarakat tidak mendatangi kerumunan, meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dan tidak mengadakan acara yang mengundang orang banyak.

  1. Menjaga kesehatan

Selama tidak berkegiatan di luar rumah, pastikan kesehatan fisik selalu terjaga dengan berjemur sinar matahari pagi selama beberapa menit, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan olahraga ringan.

  1. Isolasi mandiri

Ini dilakukan bagi anda yang merasa tidak sehat, seperti memiliki beberapa gejala sakit, yakni demam, batuk, pilek, nyeri tenggorakan atau sesak napas. Saat merasa gejala tersebut, maka secara sadar anda dan sukarela melakukan isolasi madiri di rumah.

  1. Menjaga kesehatan

Selama tidak berkegiatan di luar rumah, pastikan kesehatan fisik selalu terjaga dengan berjemur sinar matahari pagi selama beberapa menit, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan olahraga ringan.

Kita optimis bila Pandemi Covid 19 berakhir nanti, Natuna akan menjadi destinasi tujuan wisata. Hal ini akan terwujud apabilla kita mau dan peduli dengan sebuah peradaban (KD).

Close Menu