Muhibbah Ramadan Desa Sabang Mawang Barat

Tradisi muhibbah Ramadan sudah berlangsung sejak lama di Natuna. Salah satu kecamatan yang saat ini masih meneruskan kegiatan safari di bulan Ramadan ini adalah Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat. Setiap desa memiliki jadwal yang telah disepakati untuk mengadakan kegiatan muhibbah Ramadan. Kali ini Desa Sabang Mawang Barat yang menjadi tuan rumah Muhibbah Ramadan 1442 H dengan kegiatan yang dipusatkan di Masjid an-Nushur yang sudah berdiri sejak 1980.

Sambutan hangat dirasakan oleh tamu undangan yang datang dari pulau Bunguran. Setibanya di pelabuhan Sabang Mawang Barat, tamu undangan dan utusan kafilah dari berbagai wilayah yang baru bersandar langsung disambut dengan alunan musik islami yang dibawakan oleh pemuda Desa Sabang Mawang Barat. Pompong bergantian lepas pasang tali tambang mengantarkan tamu undangan yang datang dari pulau Bunguran maupun desa-desa yang letaknya terpisah dari Desa Sabang Mawang Barat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rodhial Huda yang merupakan wakil Bupati Natuna terpilih beserta rombongan, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Hadisun, S.Ag, Kepala desa se-Kecamatan Pulau Tiga Barat dan Kecamatan Pulau Tiga, dan lain-lain.

Tamu undangan dan kafilah langsung didampingi menuju Masjid An-Nushur Desa Sabang Mawang Barat yang letaknya tak jauh dari pelabuhan. Menjelang berbuka, masyarakat dan tamu undangan disuguhi kurma dan air putih dalam kemasan, lalu dilanjutkan dengan menunaikan salat Magrib berjamaah. Kegiatan selanjutnya yaitu, makan bersama di rumah-rumah penduduk yang sudah ditentukan. Makan bersama merupakan tradisi di daerah tersebut yang akrab dengan nama makan bedulong. Nama ini diambil dari benda untuk menaruh lauk-pauk yang berjumlah empat kara (macam) atau lebih. Dalam satu dulong atau talam berjumlah empat orang, maka jumlah  yang dihidangkan bersama satu wadah nasi, yaitu empat buah piring dan empat gelas air. Lauk-pauk ini dimasak dan dihidangkan oleh tuan rumah. Setelah menyantap makan malam, tamu undangan disuguhi kopi dan es kopior sambil menunggu azan Isya berkumandang.

Seperti masjid-masjid lain pada umumnya di bulan Ramadan, setelah salat Isya lalu dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah yang kali ini dipimpin langsung oleh imam besar Masjid Agung Natuna, H. Tirtayasa, S.Ag. MA, C, NLP. Jamaah diberi waktu beberapa menit untuk istirahat sembari panitia menyiapkan acara muhibbah Ramadan. Acara diawali dengan pembukaan oleh pewara, lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-quran oleh salah satu pemuda Desa Sabang Mawang Barat. Setelah  itu, Kepala Desa Sabang Mawang Barat, Pipit Triyatul, S.Sos., menyampaikan sekitar 70 orang yang hadir dalam agenda muhibbah Ramadan 1442 H di Desa Sabang Mawang Barat termasuk 17 kafilah. Dalam sambutannya itu juga, Pipit memohon tunjuk ajar untuk generasi muda kepada orang-orang yang dituakan jika dalam tutur kata dan sikap terdapat kesalahan.

Jamaah dan tamu undangan yang berada di dalam masjid terlihat khusyuk mendengarkan ceramah agama yang disampaikan pula oleh imam besar Masjid Agung Natuna, H. Tirtayasa, S.Ag. MA, C, NLP. Ceramah agama yang dibalut dengan bahasa daerah dan gurauan membuat jamaah bertahan sampai akhir yang ditutup dengan doa.

Jamaah dan tamu undangan dijamu kembali dengan penganan dan air teh susu yang sudah dihidangkan di sepanjang selasar masjid an-Nushur, sembari di dalam masjid panitia mempersiapkan tadarus al-quran dari 17 kafilah yang hadir. Seusai menikmati hidangan, beberapa tamu undangan yang berasal dari luar Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat bersalam-salaman sebagai tanda pamit ke pulau Bunguran.

Kegiatan muhibbah Ramadan sudah dimulai sejak 18 April atau 6 Ramadan lalu dan akan terus dilaksanakan sampai 20 Ramadan.