Mengenal Tradisi Nyuloh dan Bekarang Masyarakat Natuna Yang Masih Terjaga.

Ranai – Natuna memiliki salah satu tradisi yang diwariskan oleh nenek moyangnya, yakni Nyuloh atau Bekarang. Tradisi ini merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mencari ikan, cumi-cumi, kepiting dan hewan lainnya di laut untuk dijadikan lauk pauk. Biasanya dilakukan pada saat air laut sedang surut, karena untuk menyuloh atau berkarang masyarakat hanya berjalan kaki dari bibir pantai menyusuri laut yang dangkal. Sehingga Nyuloh dan Bekarang hanya bisa dilakukan ketika air laut sedang surut.

Meskipun kehidupan modern sekarang ini semakin maju, namun masyarakat Natuna masih menjaga dan melakukan tradisi tradisional seperti ini. Nyuloh dan Bekarang tidak hanya dilakukan oleh orang tua, namun juga diminati yang muda, baik pria maupun wanita ikut serta untuk Nyuloh dan Bekarang. Karena bukan semata-mata tujuan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, tetapi ada keunikan dan rasa kepuasaan tersendiri ketika menapaki kaki dilaut dan menyaksikan berbagai biota laut, seperi kerang, gurita, cumi dan sebagainya.

Cahaya penerangan tradisional Nyuloh zaman dahulu. (sumber: https://www.lekontt.com/2020/02/petromak.html?m=1)

Nah ada sedikit perbedaan antara Nyuloh dan Bekarang. Nyuloh adalah aktivitas yang dilakukan pada malam hari untuk  mencari atau menyusuri laut untuk mencari ikan dan hewan laut lainnya. Pada zaman dahulu, sebagai sumber penerangan untuk menyuloh adalah lampu petromak. Sumber penerangan yang berbahan bakar minyak tanah ini adalah andalan saat Nyuloh. Selain itu ada juga yang menggunakan daun kelapa yang kering (lighang), diikat lalu dibakar. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat sudah beralih menggunakan lampu senter yang dipasang dikepala sebagai sumber penerangan. Daya tahannya lebih lama dibanding lampu petromak dan lebih ringan untuk dibawa. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk Nyuloh diantaranya ember, parang dan tombak (singgap) disarankan untuk menggunakan sepatu, karena dikhawatirkan tersengat hewan laut yang berbisa, seperti pari dan predator Lepu(Synanceia verrucosa). 

Peserta Festival Nyuloh pada tahun 2018 di Ranai – Natuna.

Sedangkan bekarang adalah aktivitas aktivitas yang dilakukan pada siang hari untuk mencari atau menyusuri laut untuk mencari ikan dan hewan laut lainnya. Sehingga ketika bekarang lampu petromak atau senter tidak diperlukan. Tujuan dan tempatnya sama-sama di laut.

Hingga saat ini Nyuloh dan Bekarang masih diminati baik kalangan muda maupun tua. Kadang-kadang hanya semata-semata untuk menikmati suasana laut dimalam hari tanpa mengutamakan hasil yang didapat. Bersenda gurau dan bercerita sesama teman adalah ciri khas dalam menyuloh, sehingga suasana terasa semakin asyik dan mengesankan. (DT)