Mengenal Pakaian Adat Asal Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna
Pulau laut memiliki keunikan dalam tata cara pernikahan yaitu ritual adat pengantin mati.Istilah pengantin mati dalam pernikahan di pulau laut bukanlah menikahkan orang telah meninggal.
Pengantin mati merupakan bagian dari adat istiadat pernikahan pada saat kedua mempelai bersanding dipelaminan yang mana mata pengantin wanita dalam keadaan terpejam dan tidak sadar.
Saat pengantin wanita di hias ada ritual adat yg berlaku saat itu. Dimana pengantin wanita dihias dengan menggunakan saripati santan kelapa diwajahnya. (Make up ala pulau laut)
Mak andam saat menghias wajah pengantin wanita membacakan jampi-jampi. Jampian itu menyebabkan pengantin wanita mengantuk dan terpejam.
Setelah prosesi rias pengantin selesai, mak andam dibantu mak inang membawa pengantin wanita ke pelaminan. Dipelaminan Dua orang atau lebih yang berperan sebagai mak inang. Mengawal pengantin wanita yg matanya dalam keadaan tidak sadar.
Uniknya lagi, tamu undangan belum bisa melihat pengantin wanita dipelaminan sebelum pengantin pria datang dan duduk disampingnya. Mak andam dan dibantu mak inang menjaga Pelaminan menjaga tetap tertutup. Setelah pengantin pria datang dan duduk dipelaminan barulah tutup pelaminan dibuka.
Konon katanya, make up dari saripati santan kelapa akan tercermin di wajah pengantin.Untuk pengantin wanita jika saripati  santan tidak membuatnya tertidur berarti pengantin tersebut kurang baik kelakuannya.
Begitu pula dgn pengantin pria, jika saripati santan kelapa tidak mencerahkan dan wajahnya terlihat kusam maka pertanda kurang dr pria. (sumber:Nursaji/Juli Putrawan)