Mendu Natuna
Mendu Natuna

Kesenian Mendu yang berasal dari Provinsi Kepri tepatnya Kabupaten Natuna yakni wilayah Bunguran telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia yang tak berupa benda.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan saat ini ada sebanyak 2.632 warisan budaya tidak benda yang terdaftar. Selanjutnya mulai tahun ini dibentuk tim untuk melihat kembali 2632 warisan budaya satu per satu untuk ditetapkan.

Diharapkan, warisan budaya Indonesia terlindungi, dimanfaatkan dan dilestarikan. Oleh karena itu, seni Mendu tidak hanya dikembangkan dan dimainkan oleh generasi yang tua saja, melainkan generasi muda.

Untuk pelestarian seni tradisional ditemui kendala diantaranya perubahan zaman diiringi selera yang berubah. Sehingga tidak selalu generasi muda satu selera dengan yang tua. Oleh karena itu harus ada pengembangan, variasi dan bernilai ekonomis. Mengingat dalam seni Mendu terkandung seni tari, vokal serta seni musik.

Menurutnya, untuk mendaftarkan warisan budaya dapat diakses melalui internet. Sehingga tidak perlu repot lagi.

Menurut Walikota Lis Darmansyah seni Mendu merupakan khas melayu yang telah ada sejak zaman dahulu hingga sekarang. Kesenian ini berasal dari Bunguran Natuna.

Kesenian Mendu menceritakan tentang Kerajaan Langkadura pada zaman dahulu.

“Singkatnya pada suatu hari putri raja ingin bermain-main kesuatu tempat, namun sang ayah(raja) keberatan mengizinkan permintaannya itu, namun si anak tetap memaksa, hingga ayah mengabulkan permintaan anaknya itu. Putripun pergi yang didampingi oleh dayang-dayang kerajaan, ketika sedang bermain, tiba-tiba putri berubah menjadi seekor gajah putih, ternyata ada seorang pria yang suka pada putrid ini, dan meminta kepada jin beruk (seperti monyet) merubah wujud sang putrid,dayang-dayangpun kaget melihat hal itu. Tidak lama kemudian datanglah dua orang pemuda lewat, dan kedua orang itu melihat gajah putih itu. Pemuda ini bernama Dewa Mendu (sekedar nama dewa,tapi bukan dewa), pemuda ini berhasil mengembalikan wujud asal putri ini. Setelah itu putri pun pulang dan membawa kedua pemuda dibalai kerajaan. Sesampai disana,putrid menceritakan kejadian dengan ayahnya, dan ayahnya bertrimakasih pemuda itu, dan akhirnya Dewa Mendu menikah dengan putrinya itu.” ***

Close Menu