Komunitas “Mbe Cite Kelarik” Adekan Pentas Budaye Melayu.
Tarian Persembahan. Foto: Kiki Firdaus
Hadisun (Kepala Bidang Kebudayaan) menyampaikan sambutan. Foto: Kiki Firdaus

Kelarik – Sekumpulan anak muda yang tergabung dalam komunitas “Mbe Cite Kelarik” mengadakan Pagelaran Pertunjukan Pentas Budaye Melayu Tempo Dulu (sabtu, 30/1). Kegiatan yang digelar pada malam hari itu berlangsung di Desa Gunung Durian Kecamatan Bunguran Utara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Hadisun hadir dalam acara tersebut. Hadisun mengatakan bahwa dia sangat berterima kasih dan bangga ada anak muda yang mencintai budaya daerahnya di Kecamatan Bunguran Utara” Hidupnya komunitas2 seni adalah salah satu indikator lestarinya kesenian. Untuk itu kegiatan2 seperti uni harus didukung bersama oleh semua pihak, ” sampai Hadisun dalam sambutannya.

Hadisun menjelaskan bahwa upaya melestarikan kebudayaan tidak akan mampu diurus oleh dinas saja, ia harus mendapat perhatian, peran serta dan tanggung jawab bersama secara berkelanjutan karena membangun kebudayaan tidaklah semudah membangun fisik yang hasilnya dapat terlihat dalam hitungan hari dan bulan. “Dengan kepedulian & tanggung jawab bersama kita berharap kebudayaan di Natuna tetap lestari, memberi harmoni dalam hubungan bermasayarakat, mewujudkan manusia yang memiliki budi pekerti” tambahnya.

Permainan Alu. Foto: Kiki Firdaus

Hadisun mengungkapkan bahwa berbicara kebudayaan tidak hanya mengenai tari menari, musik dan lagu. Itu hanya bagian dari unsur kebudayaan dicabang kesenian. “Kebudayaan itu luas, ada 10 objek dalam undang-undang pemajuan kebudayaan no 5 tahun 2017.” Terangnya

Kepala bidang kebudayaan ini menyampaikan bahwa mbe cite kelarik telah menghadirkan kebudayaan itu pada kegiatan tersebut, “tadi ada syair itu bagian dari unsur kebudayaan” pungkasnya. (JP)