Kemendikbudristek Melakukan Pemetaan Sastra dan Bahasa di Natuna.

Ranai – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan Kantor Bahasa Kepulauan Riau melakukan kegiatan perlindungan bahasa dan sastra daerah berupa Verifikasi Pemetaan Bahasa dan Pemetaan Sastra di Kabupaten Natuna. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 16 – 25 Juni 2021.

Rapat koordinasi Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di ruang rapat Disparbud Natuna.

Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Natuna dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna di ruang rapat kepala disparbud pada jumat 18 juni 2021. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Disparbud, Supardi. Dalam sambutannya, Sekdisparbud Natuna mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan kegiatan pemetaan bahasa & sastra yang dilakukan di Kabupaten Natuna.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri pula oleh Kepala Bidang Kebudayaan Hadisun, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Kardiman, para kepala seksi dan staf di lingkungan Disparbud, akademisi, budayawan, komunitas sastra (Natunasastra) dan komunitas budaya (Kompasbenua).

Anita Ningrum dari Badan Pengembangan dan Perlindungan Bahasa, selaku koordinator mengucapkan terimakasih yang tak terhingga karena telah memfasilitasi kegiatan ini. Ia juga terkesan dengan banyaknya pemuda yang turut andil dalam pemajuan dan pelestarian bahasa dan sastra daerah.

“kami sangat terkesan, Natuna luar biasa. Biasanya saat rapat koordinasi dengan pemerintah setempat yang hadir, mohon maaf, adalah mereka yang usianya sudah tidak muda lagi, namun Natuna memiliki semangat yang berbeda, lebih banyak pemuda pemuda yang hadir dalam rakor hingga mendampingi kami turun ke lapangan.” ucapnya.

Foto bersama di depan Kantor Disparbud Natuna.

Upaya pelindungan bahasa yang dilakukan oleh Badan Pembinaan dan Pelindungan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meliputi lima tahapan, yakni pemetaan bahasa, kajian vitalitas bahasa, konservasi bahasa, revitalisasi bahasa, dan pencatatan dan registrasi bahasa. Pemetaan bahasa yang merupakan langkah awal pelindungan bahasa telah dinyatakan “selesai” pada tahun 2019 dengan bahasa yang berhasil dipetakan sejumlah 718 bahasa. Akan tetapi, sebenarnya masih banyak daerah-daerah tuturan bahasa yang perlu diverifikasi untuk sinkronisasi data dan penambahan wilayah tutur. Pada tahun 2021 ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra melakukan verifikasi pemetaan bahasa di lima provinsi, yakni Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Kabupaten yang menjadi daerah pengamatan di Provinsi Kepulauan Riau adalah Natuna. Bahasa yang diverifikasi di Kabupaten Natuna adalah Bahasa Melayu dan Bahasa Jawa.

Untuk diketahui, tim pemetaan yang terdiri dari 5 orang ini dibagi menjadi dua, yaitu tim pemetaan bahasa daerah dan tim pemetaan sastra daerah. Selama kurang lebih seminggu berada di Natuna, tim dari kemendikbudristek tersebut mengunjungi beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Tengah, Kecamatan Bunguran Utara, Kecamatan Bunguran Barat, Kecamatan Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga Barat, hingga Kecamatan Midai.

Silaturahmi dikediaman Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda.

Pada akhir pemetaan, tim dari kementerian ini, didampingi oleh komunitas dan kabid kebudayaan, dan kabid promosi pariwisata disparbud Natuna berkesempatan mengunjungi kediaman bapak Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda. Selain bersilaturahmi, koordinator kegiatan juga memberikan gambaran laporan kegiatan serta tindak lanjut kegiatan yang akan dilakukan dimasa yang akan datang.

Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Natuna Hadisun (baju merah) dan Kemendikbudristek menuju Pulau Tiga.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Natuna, semoga silaturahmi ini berkelanjutan adanya. Insya Allah, laporan dari hasil pemetaan ini akan kami berikan kepada pemda sebagai acuan untuk perlindungan dan pelestarian bahasa dan sastra daerah. Kegiatan tahun depan adalah revitalisasi sastra lisan berupa kesenian Mendu, dan juga kajian toponimi.”, ucapnya.
Kepala bidang Kebudayaan Disparbud Hadisun, mengucapkan terimakasih atas kerjasama, dukungan dan bantuan dari berbagai pihak untuk kegiatan pemetaan bahasa dan sastra ini, Hadisun juga berharap adanya kepedulian, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak untuk bersama-sama melestarikan kebudayaan daerah dengan menjaga, melindungi beragam objek kebudayaa agar tidak terkikis, hilang dan punah. (Foto & Narasi: Bidang Kebudayaan)