Kekah, Hewan Langka Pemalu di Pulau Natuna.

Kabupaten Natuna memiliki kawasan hutan lindung yang cukup luas. Dengan populasi penduduk 76.968 jiwa/tahun 2018, sehingga masih banyak daratan yang kosong. Terutama di Pulau Bunguran merupakan daratan terluas se-Kabupaten Natuna. Dihutan lindung tersebut terdepat hewan endemik yang di kenal dengan Kekah.

Kekah Natuna atau dalam bahasa latin Presbytis Natunae hidup dihutan bebas Pulau Bunguran. Dengan ciri khas tubuh diselimuti bulu yang berwarna hitam dan bagian depan berwarna putih. Selain itu Kekah juga memiliki sifat pemalu dan penakut, sehingga setiap melihat orang dalam jarak yang agak dekat Kekah langsung bersembunyi.

Pada bagian wajah terdapat bulatan hitam yang mengelilingi bagian mata. Sehingga bila diperhatikan seperti memakai kacamata hitam. Wajah kekah sangat lucu dan imut. Uniknya, ada yang berpendapat bahwa Kekah tidak bisa dibawa keluar dari Pulau Natuna. Sebab, usia Kekah tidak bertahan lama. Cerita ini peroleh dari pengalaman wisatawan yang pernah membawa Kekah ke  tempat asal wisatawan tersebut untuk dijadikan kenangan saat berkunjung di Natuna.

Untuk menyaksikan Kekah secara langsung dihutan bebas memang agak sulit. Namun ada beberapa lokasi yang biasa dijumpai oleh warga. Diantaranya kawasan hutan Selat Lampa, Hutan di Batubi, Gunung Ranai, kawasan hutan ceruk dan sekitarnya. Mari kita jaga bersama populasi Kekah di Natuna.

Close Menu