Homestay Alif Stone Park Jadikan Tamu Sebagai Keluarga

Ranai – Untuk menunjang peningkatan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung di Natuna perlu adanya akomodasi, seperti hotel, penginapan maupun homestay. Kabupaten Natuna sebagai wilayah yang memiliki destinasi wisata yang cukup bagus, selalu mendapatkan kunjungan dari wisatawan, baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Di Natuna sudah tersedia hotel, penginapan maupun homestay. Tamu bisa memilih ingin menginap dimana.

Pintu Masuk Homestay Alif Stone Park
Batu granit yang terdapat di Homestay Alif Stone Park.

Nama homestay mungkin jarang terdengar di Natuna, karena memang masih belum banyak. Homestay berbeda dari Hotel dan penginapan, namun memiliki fungsi yang sama yakni sebagai tempat menginap. Salah satu homestay yang sering menerima wisatawan/tamu adalah Homestay Alif Stone Park. Lokasinya tidak jauh dari Kota Ranai, hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit dari Bandara Ranai.

Homestay Alif Stone Park, memiliki desain arsitektur yang sangat unik dan langka. Dengan halaman parkir  yang luas serta dilkelilingi batu granit yang memiliki bentuk yang beragam. Menawarkan keaslian khas alam Natuna, sehingga saat berada di sini, wisatawan sudah berada salah satu destinasi terbaik di Natuna.

Cherman, pengelola Homestay Alif Stone Park.

Pengelola Homestay Alif Stone Park, Cherman yang juga sebagai diver di Natuna menganggap tamu yang menginap sebagai keluarga. Jadi ada sedikit perbedaan pelayanan homestay dan hotel/penginapan.
“Di Alif Stone Park, tamu yang awalnya tidak saling kenal, karena berada dikamar yang berbeda, namun ketika malam saya dan keluarga nonton TV bersama, lalu mereka ikut juga duduk bersama lalu saling ngobrol. Dari situlah rasa kekeluargaan kita muncul”, ungkap Cherman.

Ambung/tunjong sebagai properti di Homestay Alif Stone Park.
Properti yang berasal dari laut Natuna.
Anyaman dari Natuna properti bagian dapur.

Desain homestay yang tradisional ini, sering memancing tamu untuk bertanya-tanya ketika melihat properti yang dipasang. Beberapa jenis properti yang tersedia seperti kulit rangak (sejenis siput), ambung/tunjong, kayu-kayu lama yang di susun dengan rapi.
“Kami hanya menggunakan bahan yang sederhana sebagai properti, tong sampah kami gunakan ambung/tunjong yang terbuat dari anyaman rotan Natuna, agar mengurangi penggunaan bahan plastik. Kemudian gantungan baju kami gunakan kayu bekas, begitu juga gantungan kunci kami gunakan kulit rangak “, terangnya.

Kamar homestay yang terdapat batu granit didalamnya.

Kamar-kamar yang yang tersedia di Homestay Alif Stone Park cukup menarik dan unik. Didesain dengan seunik mungkin dan tanpa merusak batu yang ada. Sehingga setiap kamar yang ada terdapat batu granit didalamnya.
“Jadi kami tidak merusak batu yang ada, namun tetap ditata dan desain dengan cermat agar terlihat bagus namun alami”, tambahnya.

Ruang tamu dan tempat duduk santai di homestay.
Tamu yang berkunjung di homestay Alif Stone Park.
Menikmati indahnya panorama alam saat berada di homestay.

Di Homestay Alif Stone Park, wisatawan tidak hanya sekedar numpang menginap, namun menawarkan panorama alam yang sangat eksotis. Wisatawan bisa menikmati sunrise dan sunset ditempat yang sama. Selain itu bisa juga senorkeling dan bermain kano. Buat yang wisatawan yang tertarik untuk diving, pengelola juga siap untuk melayani kepada setiap tamu yang berrminat.
(Narasi/Foto:Dedi Yudia)