Disparbud Natuna Gelar Pelatihan Manajemen Homestay.

Ranai – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay(Pondok Wisata) di Hotel Tren Central, kamis (26/08/2021). Maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah  untuk meningkatkan wawasan bagi Pokdarwis dalam pengelolaan homestay sebagai objek dan daya tarik wisata melalui penerapan nilai etika dan estetika dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan.

Menyanyikan lagu kebangsaaan Indonesia Raya.

Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan do’a. Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Hardinansyah membuka acara secara langsung sekaligus memasang tanda peserta kepada perwakilan yang sudah ditunjuk.

Kadisparbud Natuna, Hardinansyah memasang tanda peserta Pelatihan Homestay.

“Dengan mengucapkan Bismilahirrohmannirohim acara pelatihan pengelolaan Usaha Homestay/pondok wisata resmi saya nyatakan dibuka”, ucap Kadisparbud Natuna.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, H. Hardinansyah, SE, M.Si.

Dalam sambutannya Kadisparbud Natuna menyebutkan peran pelaku usaha pariwisata sangat menentukan kemajuan pariwisata Natuna tidak bisa hanya mengandal alam dan seni budaya.

“Perkembangan pariwisata tidak terlepas dari perkembangan dunia usaha, betapa pun potensi yang ada seperti alam dan seni budaya, tanpa perkembangan usaha pariwisata semua akan sia-sia. Untuk itu tidak lepas dari peran pemerintah, swasta dan masyarakat”, tuturnya.

Kadisparbud Natuna juga menyampaikan untuk menampung wisatawan yang ada di Natuna perlu homestay atau rumah tunggu di Natuna. Wisatawan dan pemilik home stay bisa berbaur dan lebih mudah memperoleh informasi disekitar homestay.

“Keberadaan homestay atau  rumah singgah bagi wisatawan sangat penting sebagai bagian dari pelayanan dan penunjang pariwisata. Untuk itu, homestay dalam pengelolaannya harus mengacu pada standar operasional hotel pada umumnya”, ucapnya.

Selain juga terdapat perbedaan antara hotel dan homestay. Homestay bisa menggunakan rumah pribadi, namun kamar wisatawan disiapkan khusus.

“Wisatawan yang menginap di hotel itu berbeda dengan yang menginap di homestay. Bila di hotel wisatawan ingin privasi dan dilayani, namun wisatawan menginap di homestay ingin berbaur dengan masyarakat sehingga kebersihan menjadi sangat penting”, tambah Kadisparbud Natuna.

Narasumber kegiatan Pelatihan Homestay, RD. Rita Ritasari, St.Par, M.M.

Narasumber pada kegiatan ini, Rita Ritasari dari PHRI(Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bintan, menyanpaikan materi pelatihan secara detail dan santai. Mulai dari penampilan pengelola, kebersihan home stay, serta pelayanan yang harus diberikan kepada wisatawan. Disela pemberian materi, Ibu Rita mengajak seluruh peserta untuk goyang santai agar tidak ngantuk dan jenuh.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Natuna, Kardiman selaku ketua panitia juga menambahkan tujuan dari pelaksanaan Pelatihan Homestay/Rumah Tunggu.

Kepala Bidang Pemasatan Disparbud Natuna, Kardiman, SE.

“Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menyiapkan pengelola homestay yang memiliki kemampuan dalam manajemen usaha, menjadikan homestay di Natuna yang siap bersaing dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan dan membantu promosi wisata Natuna yang akhirnya akan meningkatkan kunjungan wisata”, ucapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, dua hari pembekalan materi di Hotel Tren Central, hari ketiga dilanjtukan praktek pengelolalaan home stay di Alif Stone Park. Peserta terdiri atas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Natuna yang berjumlah 40 orang.

(DT)