"WEBSITE RESMI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NATUNA"

Sail Malaysia to Anambas and Natuna 2015

It’s Kids Day – so dinghies full of children head for the visiting yachts.

A group photo of rally participants with the Natuna Regent, Dr H. Ilyas Sabli.

Cruisers meet on a white sandy beach near Mubur Island for sundowners.

The arrival of the first crews on the sandy beach at Tanjung in Natuna.

Kedatangan Peserta Rally Sail Malaysia Passage to the East yang kemudian diberi tajuk lebih familiar yaitu Sail to Natuna disambut antusias oleh masyarakat di Natuna sejak tanggal 30 Mei lalu. Walau kedatangannya tidak serentak dan bertahap namun tetap mendapat perhatian khusus bagi masyarakat Natuna khususnya di Pulau Bunguran.

Rally sail yang terdiri dari 25 Kapal Yacht dengan para Yachter yang umumnya adalah pasangan suami istri yang sengaja berlibur sambil berpetualang dengan menggunakan kapal layar yacht ini baru saja melayarai pulau-pulau di semenanjung Malaysia dengan tujuan ke pulau Borneo. Mereka segaja “digiring” masuk ke perairan Indonesia khususnya yang berada di Laut Natuna agar dapat menambah destinasi singgahan dengan double effect. Bagi para yachter keuntungan rute baru ini adalah menambah jumlah destinasi yang disinggahi dan dengan jalur yang lebih singkat dari pada jika tidak menyinggahi Anambas dan Natuna. Bagi Natuna sendiri kehadiran turis yacht tersebut memberikan warna baru bagi perpariwisataan Natuna yang selama ini terlihat kurang diminati oleh wisatawan asing.

Dari hasil wawancara dengan beberapa turis, ternyata mereka pada umumnya sangat antusias dan menyukai suasana di Kepulauan Natuna terutama dengan keindahan alamnya dan keramahtamahan masyarakatnya. Berbagai atraksik yang disuguhkan sangat menarik minat mereka iuntuk menikmatinya. Diantaranya adalah sambutan selamat datang yang berupa atraksi silat dan kompang, kemudian menyaksikan kesenian tradisional Natuna yaitu tari topeng, kesenian alu dan lagu lagu melayu plus dangdut. Lomba pacu kolek dan jongkong yang juga melibatkan para turis untuk eksibisi juga mendapat atensi hangat dari para wisatawan mancanegara tersebut.

Walaupun berasal dari negara yang berbeda-beda namun mereka terlihat kompak, harmonis dan menyatu dalam sebuah komunitas yang solid sebagai pencinta traveling dengan menggunakan yacht. Mereka terlihat sebagai satu keluarga besar. Hal tersebut juga berlaku manakala turis bergabung dengan masyarakat lokal. Bahkan tidak hanya wisatawan saja yang meliput dan memotret kehidupan masyarakat asli Natuna, namun juga sebaliknya banyak diantara anggota masyarakat yang ingin berfoto bareng dengan para turis layaknya bertemu dengan idolanya. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang diantara kedua komunitas tersebut. Malah terkesan lebih akrab menyatu dalam suasana pantai teluk selahang yang hangat dan bercuaca terang bersahabat.

Di luar acara yang disuguhkan oleh pemerintah Kabupaten Natuna, para wisatawan juga seakan enggan kembali berlayar, beberapa diantara mereka melanjutkan aktivitasnya dengan berkunjung ke destinasi Batu Sindu, mendaki gunung Ranai pergi dan kembali memakan waktu 5 jam perjalanan termasuk 1 jam istirahat di puncak gunung rangai yang tingginya 1050 mdpl, melihat eksotisme tebing di Tanjung Datuk, menggunakan sepeda motor dan sepeda kayuh yang disewa dari masyarakat untuk touring keliling kota Ranai, dan melihat-lihat beberapa obyek wisata seputaran pulau Bunguran lainnya seperti masjid Agung Natuna, Batu Rusia, bahkan membeli peralatan makan minum dan perlengkapan lainnya di warung, pasar dan mini market yang ada di Ranai. Mereka di Pandu oleh beberapa staf Dinas Pariwisata yang selalu siaga jika diperlukan.

Interaksi sudah terjalin antara wisatawan dan masyarakat. Diharapkan dengan adanya event seperti ini dapat memberikan multiple effect bagi peningkatan ekonomi masyarakat maupun bagi PAD Kabupaten Natuna kedepannya. Ajang promosi ini benar-benar harus dimanfaatkan seoptimal mungkin agar kedepannya dapat lebih ramai lagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Natuna dan memiliki efek positif bagi ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata. ***