"WEBSITE RESMI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NATUNA"

Natuna Promosi Melalui Pawai Taaruf dan Pameran di MTQ Nasional 2014 di Batam

MESKIPUN Kota Batam sempat diguyur hujan, pawai taaruf yang digelar dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXV di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (5/6) lalu, tetap berlangsung dengan meriah. Pawai taaruf dilepas Menteri Koordinator Kesejahteraan (Menko Kesra) Agung Laksono, juga menjabat sebagai Plt Menteri Agama RI, didampingi Gubernur Kepri HM Sani dan Ketua LPTQ Kepri Soerya Respationo dan diterima Wali Kota Batam Ahmad Dahlan bersama Wakil Wali Kota Batam Rudi, serta sejumlah pejabat lainnya.

Pawai tersebut diikuti iring-iringan seluruh kafilah 33 provinsi, diawali dengan start dari Hotel Pacific, Jodoh, menuju Hotel Nagoya Plaza dengan jarak tempuh sekitar 1,9 kilometer.

Kabupaten Natuna yang ikut serta dalam pawai itu, menampilkan kesenian Mendu, ternyata mendapat perhatian istimewa dari masyarakat Batam serta dari masyarakat daerah lain yang ikut menyaksikan pergelaran itu.

Begitu juga dengan stand pameran yang menampilkan produk unggulan dari usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk keindahan dan kemolekan tempat wisata yang dimiliki oleh daerah perbatasan tersebut.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Samsul Hilal. Ia mengatakan keikutsertaan Natuna dalam pegelaran tingkat nasional tersebut, merupakan salah satu hal yang positif dalam mempromosikan kekayaan alam yang ada.

“Keikutsertaan Kabupaten Natuna dalam pawai taaruf tersebut, mendapat apresiasi positif dari undangan dan warga Batam sekitarnya, termasuk masyarakat dari daerah lain yang ikut menyaksikan secara langsung pergelaran itu. Dalam hal ini, Natuna menampilkan kesenian Mendu yang merupakan kebudayaan asli dari Natuna,” ungkapnya.

Selain itu, kata Samsul Hilal, Pemerintah Kabupaten Natuna juga mempercayakan Dinas Pariwisata untuk mengangkat masjid tua sebagai bukti, bahwa peradaban Islam sudah tersebar semenjak dahulunya, seperti Masjid Az Zuriat di Midai yang dibangun pada tahun 1812 lalu.

“Selain menampilkan Kesenian Mendu, Natuna juga mengangkat peradaban Islam yang telah lama ada di Natuna, seperti keberadaan Masjid Az Zuriat yang dibangun pada tahun 1812 lalu. Ini membuktikan bahwa agama Islam sudah lama masuk ke wilayah Natuna,” katanya.

Dalam pawai taaruf ini tambah Samsul Hilal, sebanyak 50 orang warga Natuna diikutsertakan, terdiri dari staf Dispar, Disperindag dan utusan dari Kantor Perizinan Kabupaten Natuna. Bertindak sebagai ketua rombongan adalah Izwar Asfawi yang sehari-hari menjabat Asisten II Bidang Pemerintahan.

“Yang memimpin rombongan pada pawai Taaruf adalah Asisten II, Bapak Izwar Asfawi. Dalam pawai ini, kita mengikutkan sebanyak 50 orang penggembira yang terdiri dari staf Dispar, Disperindag dan Kantor Perizinan Kabupaten Natuna,” tambahnya

Hal yang sama juga disampaikan penanggung jawab stand pameran Natuna, Hendri Harianto yang juga Kasi Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Natuna. Menurutnya, stand pameran Natuna juga mendapat apresiasi yang baik dari pengunjung, salah satunya, Bupati Karimun Nurdin Basirun.

“Bukan dari masyarakat saja yang memberikan apresiasi kepada stand Natuna, pejabat daerah Karimun juga menyampaikan pujiannya. Stand Natuna banyak pengunjung,” ujarnya.

Kemudian kata Hendri Harianto, dalam promosi pariwisata Natuna, pihaknya juga menyediakan brosur-brosur yang yang menceritakan keadaan pariwisata yang ada, dengan tujuan, agar Natuna bisa terekspos untuk wisata nasional maupun internasional.

“Melalui bagi-bagi brosur, kita berharap agar Pariwisata Natuna lebih dikenal oleh wisatawan dalam maupun luar negri. Yang kita tonjolkan dalam suasana pameran itu, adalah kekayaan alam Natuna. Kita tahu Natuna memiliki pariwisata yang tak kalah dari daerah lain,” katanya lagi.

Tak kalah menarik dalam pameran itu, kata Hendri, pihaknya juga dipromosikankan produk unggulan produksi rumah tangga dan UKM dari daerah Natuna, seperti berbagai macam produksi dari bahan pandan, misal, tikar, tas, dompet serta jenis kerajinan yang bahannya berasal dari kulit kerang.

“Dalam kegiatan stand pameran tersebut, Kita juga menampilkan batik khas Natuna dengan motif pandan, begitu juga dengan kerajinan lainnya yang bahan bakunya berasal dari daun Pandan, misalnya, tikar, tas, dan domppet, sedangkan dari bahan baku dari laut, ada kerajinan dari kulit kerang dengan berbagai bentuk, ” jelasnya.

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Natuna dalam kegiatan pawai taaruf dan stand pameran itu, ucap Hendri, merupakan salah satu bentuk partisipasi nyata dari Pemerintah Daerah Natuna dalam mendukung suksesnya kegiatan MTQ Nasional XXV di Batam, Provinsi Kepri khususnya.

“Yang kita lakukan, adalah semata-mata untuk suksesnya pelaksanaan MTQ tingkat Nasional, khususnya di Kepri,” pungkasnya. (Antara)

Sumber: Antara Kepri