"WEBSITE RESMI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NATUNA"

Kadisparbud Natuna Upayakan Angkat Wisata Natuna Sampai ke Internasional

Kabupaten Natuna merupakan wilayah yang kaya akan potensi wisatanya. Dari segi wilayah, Natuna terletak di jalur pelayaran kapal internasional yang melintasi Laut Cina Selatan, selain itu Natuna juga kaya akan gas dan sumber daya alam lainnya.

Natuna juga memiliki pesona alam yang sangat indah, pulau-pulau di Natuna Nampak begitu menawan, sehingga hal ini menjadi potensi untuk Natuna agar bisa mendatangkan wisatawan-wisatawan khususnya dari manca negara. Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Erson Gempa Afriandi S.Sos, Ma memandang hal ini sebagai salah satu sektor unggulan yang dimiliki Natuna untuk mempercepat dan mengembangkan kemajuan daerah.

Di tahun ini juag Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna akan melakukan launching branding Pariwisata Natuna pada tanggal 27 juli 2017 yang akan disejalankan dengan kegiatan Pekan Expo Pariwisata. Erson berharap hal ini bisa menggenjot potensi wisata yang ada di Natuna kedepannya. Selain itu Erson juga mengajak kepada seluruh stakeholder baik pemerintah, masyarakat dan pihak swasta agar bekerja sama memajukan pariwisata Natuna. Lebih lanjut Erson mengatakan “kami akan upayakan bagaimana brand itu mempunyai nilai sampai ke internasional, begitu orang luar melihat brand kita, maka sudah tau bahwa itu Natuna” ujarnya.

Beberapa destinasi wisata yang ada di Natuna ada yang menjadi prioritas untuk di bangun, beberapa destinasi itu adalah Pulau Senua, Pantai Tanjung, Batu Kasah, Teluk Depeh dan wisata mangrove. Saat ini semuanya sedang dipersiapkan, mulai dari pendataan sampai master plan, dan rencananya pembangunan 5 destinasi wisata tersebut akan dimulai pada bulan Agustus ini. “Tahun ini Dinas Pariwisata mendapat anggaran 2 milyar dari APBN, dan rencananya dari anggaran tersebut 400 juta akan digunakan untuk membangun pedestrian (trotoar kota) yang mengarah ke laut, kantor informasi pariwisata, Gazebo, dan kamar bilas di pantai, selebihnya akan digunakan untuk membangun kawasan landmark sebagai icon pariwisata Natuna”. Jelas Erson. (Rnd)