"WEBSITE RESMI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NATUNA"

Antusiasme Pengunjung Meriahkan Festival Pulau Senua 2018

Penyelenggaraan Festival Pulau Senua untuk kedua kalinya yang digelar hari Minggu, 24 Juni 2018 diluar dugaan luar biasa meriah. Dengan konsep lebih matang dari tahun sebelumnya, setiap detail acara yang disuguhkan sungguh mendapat atensi optimal dari masyarakat Natuna yang melebihi ekspektasi panitia penyelenggara yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna yang didukung penuh oleh beberapa SKPD terkait, komunitas supporting pariwisata Natuna dan kelompok masyarakat Desa Sepempang.

Berdasarkan angka penjualan tiket transportasi air dari pelabuhan Teluk Baruk Desa Sepempang, pengamatan kasat mata di dermaga apung, mobilitas air melalui penggunaan Raider dan pompong nelayan, serta suasana full island nya pulau Senua, diperkirakan tidak kurang dari 5000 pengunjung yang hadir meramaikan suasana Pulau Senua yang seakan menjadi lebih sempit, dan partisipasi pengunjung dalam mengikuti berbagai acara lomba yang digelar. Jenis lomba seperti pacu kolek, renang di laut, permainan volley pantai, panjat pinang, balap karung, lomba bercerita, lomba kuliner tradisional, hingga pelepasan tukik dan aksi bersih pulau dari sampah anorganik berjalan lancar. Meski jumah peserta lomba tidak begitu banyak akan tetapi tidak mengurangi kemeriahan suasana Festival Pulau Senua.

Beragam aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung di pulau Senua diantaranya adalah berjalan-jalan menelusuri tepian pantai, hiking merambah semak belukar, berenang, bermain pasir, snorkeling, rekreasi makan bersama keluarga, bakar-bakar ikan segar, menonton dan menyemangati peserta  lomba, hingga berselfie-ria mewarnai keceriaan suasana yang alam pulau Senua yang berhias langit cerah. Acara demi acara yang digelar berjalan sesuai rundown yang disusun panitia.

Pengunjung yang datang memadati pulau Senua juga sangat beragam mulai dari bayi dibawah usia 1 tahun hingga para lansia. Kebanyakan pengunjung adalah para remaja sekolah menengah dan mahasiswa yang kebetulah sedang berlibur atau pulang mudik di tanah kelahirannya Natuna. Pengunjung juga memanfaatkan kebersamaan berada dalam satu pulau kecil untuk bersilaturrahmi dengan saudara, teman serta berkenalan dengan orang baru di pulau Senua.

Ramainya pengunjung membuat suasana menjadi seperti krodit karena riuh rendahnya suara dan sempitnya pelabuhan Sepempang maupun dermaga apung pulau Senua, disitulah seninya berekreasi massal. Namun semua itu dapat teratasi tanpa masalah berarti. Baik panitia maupun pengunjung merasa sangat puas dengan event yang rencananya akan terus diselenggarakan rutin setiap tahunnya ini.

Sebagai catatan bagi peningkatan penyelenggaraan di tahun mendatang diantaranya adalah pengaturan arus pengunjung yang akan menggunakan transportasi air penyeberangan pelabuhan Sepempang – Dermaga Senua, serta masih kurangnya ketersediaan air bersih untuk toilet, mandi bilas air asin, berwudhu dan kebutuhan air bersih lainnya serta eksplorasi potensi aktivitas lainnya yang ada di pulau Senua dan belum dilakukan seperti penelusuran gua sarang walet, perjalanan keliling pulau, camping,  diving, fotografi bawah air dan aktivitas wisata yang diminati lainnya.

Semoga event Festival Pulau Senua selanjutnya lebih meningkat kualitas penyelenggaraannya dan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian bagi usaha pariwisata dan pendapatan masyarakat tempatan yang terpampang nyata seperti usaha transportasi antar pulau (pompong nelayan)  dan usaha berjualan beragam makanan dan minuman yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung serta multiplier effect lainnya.

Sampai jumpa di kegiatan Festival Pulau Senua di tahun 2019 mendatang. (Hfz)